Skip to main content

Bersyukur? Why not!


Berbicara soal scene kehidupan yang sedang kita jalani, mungkin kita pernah dihadapkan dengan situasi yang  membuat mood kita berantakan bertemu dengan toxic people yang mungkin membuat semuanya semakin gak karuan. 

Sehingga sering kali kita  meremehkan orang lain, tidak menghargai hal hal kecil, dan tidak mengsyukuri apa yang telah Tuhan berikan ke kita saat ini. 

Seakan isi hati berontak sana sini: 

"Kenapa ini terjadi? Harusnya ini ga seperti ini? Why me? Kenapa or
ang orangnya gak profesional begini?" 

Btw Wajarkah? 

Wajar kok, tapi tenang dulu, take breath and smile deh.. 

Mungkin apa yang kita anggap remeh hari ini, yang bikin kita kesel saat ini menjadi tanjakan yang berarti untuk kita di masa depan nanti.

Mungkin sekiranya kita mulai belajar dan membuka hati lagi untuk lebih mengsyukuri apa yang telah terjadi saat ini. 

Bukankah Allah udah janji ke kita begini: 

 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7). 

Yuk kita belajar lebih sabar lagi :)

We never know what will be happening in the future, so Alhamdulillah ala kulli hal.. 




Japan, 26 January 2021 

Comments

Popular posts from this blog

Saya belajar...

Kita hanya bisa berencana berusaha yang terbaik,  menuliskan mimpi mimpi dalam catatan harian  atau mungkin menuliskan agenda kedepan yang telah kita susun.  Terkadang kita lupa ketika waktu tiba tiba berhenti begitu saja,  tanpa kita perlu lagi menyelesaikan agenda dimasa depan tanpa kita perlu lagi mewujudkan mimpi mimpi yang telah kita tulis dengan tinta di buku harian kita.  Saya belajar,  betapa pentingnya kita mengsyukuri apa yang telah terjadi dalam hidup kita hitam dan putih adalah pilihan kita, yang tentunya akan kita pertanggung jawabkan segala konsekuensinya.  Saya belajar,  betapa pentingnya menghargai waktu bersama orang orang terkasih melihat mereka tersenyum bahagia menjadi point keberhasilan hidup yang sederhana  Saya belajar,  betapa pentingnya selalu berfikir positif atas segala yang sudah Allah, Tuhan semesta alam berikan kepada kita.  menerima setiap kenyataan yang mungkin tak selalu berujung manis.  Dan say...

Arah berbeda, kiblat yang sama

Kita pernah bertemu pada titik yang sama.. Disaat rasa itu mulai menggelora.. Dan pada akhirnya Tuhan menakdirkan sebuah cerita dengan skenario berbeda Aku ke arah utara dan kamu ke arah selatan.. Aku ke timur dan kamu ke barat Meski pada akhirnya kita tetap pada kiblat yang sama.. Jakarta, 8 Mei 2017 17.55